Gundala Superhero Original dari Indonesia yang di-Film-kan

Komik superhero Indonesia, Gundala sukses menjadi film dengan garapan oleh Joko Anwar. Kabar baik datang dari dunia perfilman Indonesia. Selama ini mungkin kamu banyak mengikuti film-film luar negeri seperti Avengers, Iron Man, atau biasa disebut Marvel Cinematic Universe. Ternyata Indonesia juga memiliki alam “semesta” sendiri yang berisikan superhero-superhero di Indonesia yang diangkat dari komik besutan Hasmi.

Sebelum Akhirnya Sukses di Film-kan, Gundala Sempat Gagal di Produksi.

Bumilangit Studios sebagai pemilik kekayaan intelektual Gundala telah mengembangkan ide membuat film Gundala sejak 2008. Bumilangit Studios yang saat itu bernama Bumi Langit Pictures bekerja sama dengan Graha Media Visi dalam produksi film ini. Direncanakan film ini akan disutradarai Alex J. Simal dan dibintangi Sandy Mahesa, Amelia Dinati, Dharma Suchdi, Chandra Gahli, dan Reina Abidin. Film ini direncanakan akan ditayangkan pada Juni 2009, tetapi rencana produksi tersebut menghilang ditelan angin.

Pada tahun 2010, terjadi kebohongan (hoax) yang dilakukan oleh Iskandar Salim. Seorang fotografer dan desainer grafis yang menciptakan materi promosi untuk film yang tidak dibuat tentang Gundala. Salim memperhatikan bahwa belum pernah ada film yang menampilkan pahlawan super Indonesia dan ingin memulai debat publik tentang masalah ini. Dia membuat situs web resmi, halaman Facebook, poster, dan foto-foto ditampilkan yang diduga memperlihatkan film yang sedang dibuat. Sebagai hasil dari perhatian yang dihasilkan oleh tipuan, pencipta Gundala, Hasmi. Terlibat dalam negosiasi untuk menghasilkan film nyata berdasarkan karakter ciptaannya itu.

abimana sebagai gundala

Produksi film ini kemudian terdengar kembali tatkala Erick Thohir dari Mahaka Pictures memproduksi film ini dengan Hanung Bramantyo sebagai sutradara. Rencananya, film ini dijadwalkan akan ditayangkan pada 2016. Proses produksi tidak menemui kepastian sebelum akhirnya digantikan oleh Joko Anwar pada 2018. Keterlibatan Joko Anwar sebagai sutradara film ini. Bermula dari sebuah status yang diunggah Joko di Instagram yang menampilkan gambar sayap perak. Kemudian pada 4 April 2018, Joko Anwar diumumkan sebagai penulis dan sutradara untuk film tersebut.

Akhirnya Gundala Sukses di Garap oleh Joko Anwar menjadi Film Pembuka dari Jagat Bumilangit

Joko Anwar mengakui bahwa proses penulisan naskah film Gundala adalah pekerjaan tersulit selama karirnya. Dia biasanya menghabiskan 1-2 bulan untuk proses penulisan naskah, tetapi akhirnya menghabiskan 7 bulan untuk proyek ini. Menafsirkan kembali asal mula dari komiknya tahun 1969. Ia menyusun ulang cerita itu dengan cara yang dapat menarik kaum milenial dan centenial. Komik dan catatan Hasmi tentang Gundala membantunya menulis naskah. Film ini menghabiskan dana sebesar Rp30 miliar.

Seperti yang sudah diketahui, Gundala yang berkekuatan petir itu ternyata tidak sendirian menumpas kejahatan dan menegakkan keadilan di Indonesia. Kisah dalam “Jagat sinema Bumilangit” ini terbentuk dari berbagai macam cerita dan karakter cerita bergambar legendaris Indonesia. Seluruhnya ada lebih dari 1.000 karakter di Jagat Sinema Bumilangit yang salah satunya adalah Gundala.

Sekilas tentang Jagat Bumilangit, Universe Gundala dan Karakter Lainnya yang Siap di Film kan.

Simak trailer Jagat Bumilangit berikut ini:

Jagat Bumilangit mulai sejak Letusan Toba 75.000 SM serta terbagi atas empat era yaitu Era Legenda. Era Jawara, Era Patriot, dan Era Revolusi. Era Jawara adalah era para pendekar dalam periode kerajaan nusantara. Jagat Jawara memiliki 500 karakter dari 50 judul komik seperti Si Buta Dari Gua Hantu dan Mandala.

Sedangkan Era Patriot adalah era para jagoan masa kini. Jagat Patriot memiliki 700 karakter dari 110 judul komik. Karakter-karakter terkemuka yang masuk Era Patriot adalah Gundala, Sri Asih, Godam, Tira, Sembrani, dan masih banyak lagi.

Tokoh utama dalam film ini adalah Gundala atau Sancaka yang diperankian oleh Abimana Aryasatya. Sancaka kecil diperankan oleh Muzakki Ramdhan. Tara Basro berperan sebagai Merpati atau Wulan, seorang aktivis yang menjadi tokoh penting dalam cerita Gundala. Bront Palarae yang memerankan Pengkor memiliki nama lengkap Nasrul Suhaimin bin Saifuddin. Ario Bayu memerankan sosok Ghazul. Sosok ayah Sancaka diperankan oleh Rio Dewanto dan Marissa Anita berperan sebagai ibu Sancaka.

Berikut ini trailer Gundala:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *