Jangan Cuma Ingin Cepat Lulus Kuliah Tanpa Pengalaman

Hai teman seru, sebelumnya perkenalkan nama saya Fatur salah satu mahasiswa yang saat ini sedang kuliah sambil bekerja. Sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita harus mementingkan kuliah, namun tak sedikit orang di luar sana yang sibuk karena kuliah sambil bekerja. Hal itu sering ditanyakan, kenapa sih harus sibuk kuliah sambil bekerja? Untuk itu saya mau bercerita dan berbagi pengalaman soal itu.

Apa sih motivasi kuliah sambil bekerja?

Sejak SMA saya selalu berpikir. Bagaimana agar saya memiliki uang jajan lebih? Saya mulai mencari caranya dengan cara berjualan. Mulai dari berjualan pulpen, alat kosmetik, sampai produk kesehatan. Semua saya geluti sebelum memasuki bangku kuliah. Mungkin ada banyak anak yang sama seperti saya. Mereka yang sudah mulai cari duit, yang banting tulang sebelum menginjak usia 17 tahun. Semua demi uang jajan yang lebih atau mungkin memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi itu hanya salah satu alasan dari alasan lain dari tiap individu yang berbeda-beda.

Kuliah adalah rutinitas saya setiap hari, dari semester satu sampai dua. Di semester tiga, saya memilih untuk cuti. Alasan cuti saya simple, “karena saya mau kerja, dapat pengalaman dan dapat duit”. Jadi, sebelum semester satu dan dua, saya pernah bekerja di sebuah tempat les bahasa inggris yang ada di kota Makassar. Setelah itu saya juga sempat menjadi presenter di Fajar TV, sempat ke terima juga jadi Costumer Service di Mall Phinisi Point setelah semester tiga, dan akhirnya pernah bekerja di Consesion Bioskop Cinemax. Sehabis itu saya juga sempat freelance menjadi waiters di Hotel Swiss Bell, freelance di ISSUE Store dan di panggil jadi Marketing Communication di salah satu perusahaan multi media yang ada di kota Makassar, yaitu ELEVEN.

“Lah kok? Banyak banget, gimana bagi waktunya?”

Semua itu tidak saya kerjakan atau bekerja dalam waktu bersamaan atau berdekatan kok. Jadi, dulu itu saya mulai bekerja ketika libur final, dan saya bekerja 8 jam. Setelah masuk kuliah, barulah saya kerja paruh waktu atau part-time. Setelah saya kuliah saya tidak lagi memikirkan soal gimana nambah uang jajan tapi juga menambah pengalaman dan skill. Jadilah saya memperbanyak pengalaman bekerja ditempat yang berbeda-beda pula. Tidak lain tidak bukan untuk menambah pengalaman sebelum wisuda selain nambah duit jajan pastinya.

kuliah sambil kerja

Kenapa sih kita butuh pengalaman sebelum wisuda?

Hei heii, IPK itu hanya 30%. Selebihnya itu, mana portofolio kamu? skill kamu apa? terakhir…. coba liat sosial media kamu? Kalau portofolio aja isinya kosong, ngandalin cuman IPK, semua orang juga bisa. Bayangin aja, ada berapa wisudawan yang lulus tiap tahun dengan nilai cumlaude? Nah terus kalau kamu cumlaude semua. Yang membedakan ketika melamar kerja apa? ya jelas portofolio dong, skill dan pengalaman kamu, dan hal apa yang pernah kamu buat semasa kuliah.

“Tapi kak saya pernah ikut kepanitiaan saat kuliah?”

Eits beberapa mahasiswa lain juga pernah ikut kepanitian mau itu himpunan, ukm, oraganisasi atau kegiatan-kegiatan mahasiswa di dalam kampus. Paling ngga nih yah, saat kuliah kamu pernah ngelakuin hal-hal semacam international exposure, ikut double degree, Exchange, Summer Program, TOEFL dan lain-lain. Tapi kalau hal begitu juga ngga pernah di lakuin dan cuman ngandalin IPK ya sama ajaaa bhambaankk.

Teman seru, saya bukannya mau sok bijak nasehatin apa gimana-gimana, tapi alangkah lebih baiknya kita ngerasain budaya organisasi yang ada di tempat kerja. Struktur, budaya, lingkungan organisasi serta sistem manajemen dari setiap perusahaan itu berbeda-beda. Persaingannya pun sangat kuat, apa iya? mau jadi karyawan biasa terus selama 10 tahun kerja? Tentu ada pencapaian atau target yang disasar dong. Pentingnya untuk meng-upgrade kualitas diri menjadi bahan utama dari persaingan dunia kerja. IQ ngga cukup coy, tapi gimana mental juga harus di tempa dan dibentuk, pola pikir, dan gaya kepemimpinan apa yang akan kamu pakai terhadap diri kamu nantinya. Semua itu tergantung dari kamu.

Jadi, kamu udah punya skill dan pengalaman untuk bersaing dengan lulusan/wisudawan lain belum nih?

Penulis: Fatur Riyadi Rahmat

penulisbaru

masih pemula, masih ingin belajar belajar membina rumah tangga sama kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *