Landmark Makassar, Sebagai Identitas Kota Makassar

Landmark atau spot-spot bangunan dan kawasan dapat menjadi sebuah identitas dan lokasi wisata dari sebuah kota. Landmark Makassar itu apa saja sih? Beberapa dari bangunan dan lokasi-lokasi itu mewakili ciri khas dan nilai nilai kota Makassar. Berikut ini beberapa landmark dari kota Makassar.

Monumen Mandala

Monumen Mandala adalah Monumen yang dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia dalam Pembebasan Irian Barat, atau sekarang lebih dikenal dengan Papua dari Belanda pada tahun 1962. Monumen ini dibangun pada tahun 1994 dan selesai pada akhir tahun 1995.

Monumen Mandala berbentuk segitiga yang merupakan simbol dari Trikora (Tiga Komando Rakyat), sedangkan pada bagian bawah dan atas bangunan terdapat relief yang berbentuk kobaran api yang menandakan semangat juang Trikora. Monumen ini terletak di Jalan Jendral Sudirman, 200 meter dari Lapangan Karebosi.

Irian Barat atau Papua baru bergabung menjadi bagian dari NKRI setelah 20 tahun proklamasi kemerdekaan di karenakan Belanda masih menguasai wilayah itu.

Monumen ini terbagi ke empat lantai, di lantai satu kamu dapat melihat relief dan diorama masyarakat Makassar pada abad ke 17. Di lantai dua relief dan diorama perjuangan pembebasan Irian Barat. Di lantai ketiga replika ruang kerja panglima Mandala dan lantai empat yaitu puncak sebagai pemandangan kota Makassar dari puncak monumen ini.

Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam)

Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang, merupakan benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Terletak di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa-Tallo akhirnya menandatangani perjanjian Bungayya yang salah satu pasalnya mewajibkan Kerajaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada Belanda. Pada saat Belanda menempati benteng ini, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama Fort Rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda.

Sebenarnya terdapat terowongan yang terdapat dalam benteng ini, namun telah ditutup permanen karena dikhawatirkan terdapat bahan peledak yang masih aktif. Konon, lorong bawah tanah yang ada dalam benteng ini tembus ke arah lapangan Karebosi. Lorong rahasia itu berfungsi sebagai jalur untuk penghuni benteng menyelamatkan diri ketika terdesak musuh.

Lapangan Karebosi

pic by pesona.travel

Salah satu ruang publik yang terdapat di pusat kota Makassar, adalah lapangan Karebosi. Lapangan ini merupakan salah satu landmark di kota Makassar selain Pantai Losari dan Monumen Mandala. Lapangan yang memiliki luas sekitar 11,29 hektar atau setara dengan 112.900 meter persegi ini berjarak kurang dari 500 meter dari Benteng Fort Rotterdam, dan terletak di Jl, Ahmad Yani, kota Makassar.

Dulunya, Lapangan Karebosi merupakan area persawahan pada masa Kerajaan Gowa abad ke-13. Akhirnya di masa kolonial Belanda, lapangan ini beralih fungsi menjadi area publik, dan tempat latihan pasukan Belanda yang diapit dua benteng militer.

Saat ini lapangan Karebosi digunakan sebagai pusat olahraga dan kegiatan-kegiatan lainnya. Fasilitasnya, yaitu lapangan bola, lapangan tenis, lapangan basket, area skateboard, lapangan softball, hingga jogging track. Selain berolahraga, lapangan ini juga sering di jadikan sebagai lokasi event-event besar, upacara, atau perayaan-perayaan dalam kota Makassar.

Di bagian bawah dari lapangan ini digunakan sebagai basement parkir dan terdapat pula pusat perbelanjaan bawah tanah bernama Karebosi Link (Karlink). Karlink ini terhubung langsung dengan MTC Karebosi dan Hotel Condotol melalui basement.

Pantai Losari dan Mesjid Terapung

Jika berbicara tentang kota Makassar, tentu saja yang paling melekat dibenak masyarakat umum adalah coto dan kawasan pantai Losari.

Terletak di sebelah barat kota Makassar, Pantai Losari ini menjadi spot utama untuk menghabiskan waktu sore hari dengan menikmati matahari tenggelam. Selain untuk menikmati matahari tenggelam tempat ini juga adalah salah satu spot untuk menikmati aneka jajanan dan kuliner kota Makassar.

Dilansir dari sejarahunik.net kata Losari ini dibagi menjadi dua kata yaitu LOS dan ARI. Kata LOS ini mempunyai makna ambigu yang berarti tempat jual-beli, pertokoan, atau pasar yang menjual berbagai produk . kata LOS dalam konteks jawa juga berarti terlepas atau bebas, jadi intinya tempat jual beli yang bebas di pantai ini. Sedangkan kata ARI, yang berarti pembungkus atau penyuplai karena diambil dari kata ari-ari. Dari sinilah pantai dinamakan dengan Pantai Losari.

mesjid terapung landmark makassar

Salah satu landmark Makassar yang masih berada di kawasan pantai Losari ini adalah mesjid terapung Amirul Mukminin. Masjid yang berada di timur laut Pantai Losari, Makassar, ini diklaim sebagai masjid terapung pertama di Indonesia. Dikenal sebagai masjid terapung karena lokasinya yang unik yaitu berada di atas laut.

Masjid ini dibangun 8 Mei 2009 atas gagasan walikota Makassar saat itu, Ilham Arief Sirajuddin dan diresmikan pada 21 Desember 2012 oleh Jusuf Kalla.

Menara Phinisi UNM

Menara Phinisi UNM landmark makassar

Menara Phinisi ini terletak di Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jl Andi Pangerang Pettarani, Makassar. UNM sendiri adalah kampus keguruan negeri terbesar di Makassar bahkan Indonesia Timur. GPPA UNM atau yang terkenal dengan naman Menara Phinisi UNM merupakan gedung tinggi pertama di Indonesia dengan sistem fasade Hiperbolic Paraboloid, yang merupakan ekspresi futuristik dari aplikasi kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menara Phinisi ini mengambil konsep Perahu Phinisi, yakni perahu khas Bugis – Makassar yang terkenal sejak dulu kala. Perahu Phinisi dipakai oleh Orang Bugis-Makassar dalam menjelajahi samudra nusantara. Sementara untuk filosofi arsitekturnya diambil seperti pada rumah tradisional Makassar yang terdiri dari 3 bagian (kolong/awa bola, badan/lotang, dan kepala/rakkeang) dan dipengaruhi struktur kosmos (alam bawah, alam tengah, dan alam atas), GPPA UNM juga terdiri dari 3 bagian.

Patung Ayam Daya

Patung Ayam Daya terletak di Jl Perintis Kemerdekaan, Daya Kecamatan Biringkanaya, kota Makassar. Menurut informasi yang beredar, patung ini telah berdiri sejak tahun 60an.

patung daya salah satu landmark makassar

Banyak yang beranggapan jika patung itu merupakan simbol Ayam Jantan dari Timur -julukan pahlawan nasional dari Sul-Sel, Sultan Hasanuddin. Namun ternyata bukan seperti itu, patung yang ditaksir setinggi 20 meter ini dianggap sebagai ikon dari sejarah kawasan Biringkanayya beberapa puluh tahun lalu. Tepat diatas patung itu berdiri dianggap sebagai medan pertarungan adu ayam dari berbagai daerah. Selain itu, disekitarnya juga masih terdapat aktivitas jual beli ayam hingga sekarang.

China Town Makassar

china town landmark makassar
pic by wisatakumksr

Etnis tionghoa sudah menapakkan kaki sejak abad ke-14 di Makassar, mereka menempati jalan Jampea, Sumba dan Sulawesi yang sekarang di kenal sebagai kawasan China Town.

Umumnya para treveler menjadikan China Town sebagai listnya dikarenakan masyarakat masih mempertahankan bentuk bangunanya dari masa penjajahan penjajahan Belanda di masa lampau di Makassar. Beberapa di antaranya terlihat rusak dan usang akibat kerusuhan tahun 1998, namun tak jarang wisatawan menjadikannya latar swafoto mereka.

Di kawasan ini terdapat beberapa klenteng yang bisa menjadi objek wisata. Selain itu, berbagai makanan khas Makassar dapat dengan mudah kita temui disini. Kawasan ini juga letaknya tidak terlalu jauh dari benteng Fort Rotterdam.

Benteng Somba Opu

Benteng yang di bangun oleh raja gowa ke-9 ini di bangun pada abad ke-16, terletak di jalan Daeng Tata ini, dulunya pernah menjadi pusat perdagangan internasional. Tapi sayangnya pada tahun 1669 dikuasi oleh VOC dan dihancurkan.

Pada tahun 1980-an pun benteng ini ditemukan kembali oleh beberapa ilmuwan yang datang ke tempat itu. Pada tahun 1990 benteng ini telah direkonstruksi sehingga terlihat lebih baik lagi. Pada saat ini pun Benteng Somba Opu telah menjadi sebuah objek wisata bersejarah karena di dalamnya terdapat beberapa bangunan rumah adat Sulawesi Selatan. Tidak hanya itu saja, tempat ini juga memiliki sebuah meriam dengan panjang 9 meter dan berat sekitar 9.500 kilogram, serta ada sebuah museum yang berisi benda- benda bersejarah peninggalan Kesultanan Gowa.

Kawasan Gowa Discovery Park juga dibangun di kawasan ini benteng Somba Opu untuk menarik minat wisatawan datang dan berkunjung ke kawasan ini.

Itulah beberapa Landmark Makassar yang sangat menarik untuk dikunjungi apabila kamu berkunjung ke Makassar.

Sebut saja Admin

hanya seorang yang suka diajak ngobrol tapi gak suka minum kopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *