Perempuan Tanah Jahanam, Film Horror yang Berbeda

Joko Anwar berulah lagi. Sutradara yang terkenal dengan segudang prestasi itu kembali merilis film terbarunya setelah tiga bulan yang lalu merilis film super hero yang digadang bakal jadi benchmark film superhero lokal. Perempuan Tanah Jahanam adalah film yang dibilang sudah ditulis semenjak sepuluh tahun lalu. Ide cerita yang berdasarkan mimpi sang sutradara kini menjadi tayangan yang menarik di bioskop Indonesia.

Dalam pemilihan set lokasinya pun Joko mencari lokasi yang sama persis tergambarkan dalam mimpinya. Yaitu lokasi desa yang di kelilingi dengan tiga lapis hutan, hutan bambu, hutan dengan pohon-pohon besar dan hutan pinus. Lalu ada set lokasi rumah tua peninggalan Belanda yang sangat besar dan sudah ditinggalkan beberapa puluh tahun.

set rumah via hipwee.com

Sinopsis Perempuan Tanah Jahanam

Berkisah tentang seorang wanita bernama Maya yang diperankan Tara Basro yang ingin menelusuri misteri keluarganya. Ia tahu bahwa di sebuah desa, keluarganya meninggalkan rumah besar yang bisa ia jadikan sebagai modal usaha. Maya (Tara Basro) pergi ke desa itu tidak sendiri. Sahabatnya yang bernama Dini yang diperankan Marissa Anita memaksa ikut meski sudah dilarang berkali-kali. Akhirnya keduanya menempuh perjalanan yang cukup jauh. Tanpa Maya sadari kedatangannya ke desa itu sudah di nantikan oleh seluruh penduduk desa. Penduduk desa tersebut ingin membunuh Maya untuk menghilangkan sebuah kutukan di desa tersebut.

Bila sempat terbersit film besutan Joko Anwar ini akan sama dengan Pengabdi Setan yang juga digarap pada 2017, maka anggapan itu akan terbantahkan. Dari segi genre, Perempuan Tanah Jahanam adalah film dengan genre horror psikologis. Rasa takut dalam film ini terbangun lewat psikologis para tokohnya, Maya dan Dini.

Fim ini diperankan oleh pemain yang hebat, diantaranya Asmara Abigail, Ario Bayu, Christine Hakim sebagai salah satu aktris senior yang aktingnya tidak perlu diragukan lagi.

cast perempuan tanah jahanam
via kincir.com

 

Apa sih Perbedaan Film Horror Psikologis dan Film Horror pada Umumnya?

Perbedaan yang dimiliki Perempuan Tanah Jahanam adalah tak banyak menampilkan sosok hantu atau penampakan, maupun jumpscare yang biasa jadi andalan film horror. Kelebihan film horror psikologis ini mampu membuat penonton merasakan ketakutan yang sama dengan tokoh dalam film dari segi alur cerita, dengan kata lain Joko mampu membawa penonton ikut masuk ke dalam cerita secara psikologi dan tanpa menggunakan jumpscare.

Joko Anwar agaknya sengaja tak memberikan penonton “aba-aba” bila penampakan hantu bakal muncul. Kejutan dari Joko untuk para penikmat dan pemburu hantu di layar lebar. Bila diamati lebih mendalam, keseraman yang terbangun dalam Perempuan Tanah Jahanam lebih ditunjukkan lewat inti cerita, bukan hanya penampakan. Penonton akan merasa lebih ketakutan bila benar-benar memahami cerita secara utuh.

Film berdurasi 106 menit ini semakin menarik karena misteri rumit dibuka secara perlahan. Rasa penasaran penonton seolah dipupuk dari satu adegan ke adegan lainnya. Penonton diajak terus berpikir dan menduga, mulai dari adegan Maya dan Dini menemukan kuburan anak kecil hingga mereka digantung terbalik.

Karena itu, amat disarankan untuk benar-benar memperhatikan adegan dari awal sampai akhir karena banyak yang saling berkaitan. Bila terlewat, bisa jadi penonton tak memahami cerita secara utuh. Meski terbilang bagus, Perempuan Tanah Jahanam juga punya kekurangan. Salah satunya adalah logat medok dan penggunaan bahasa Jawa yang tidak konsisten. Hal ini cukup mengganggu kenyamanan dalam menyaksikan Perempuan Tanah Jahanam.

Berikut ini trailer Perempuan Tanah Jahanam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *