Vaksin Covid-19, China dan Rusia Berlomba Membuatnya

Saat ini korban virus Covid-19 di dunia telah mencapai angka 21,3 juta jiwa, dan indonesia masuk dalam peringkat ke-20an hal ini membuat negara maju berlomba menemukan vaksin Covid-19. Untuk perkembangan korban virus yang membuat seluruh dunia ini gempar dengan angka sebanyak itu virus ini bukan lagi sebuah konspirasi, terkhusus di indonesia virus Covid-19 ini di anggap sebagai konspirasi karena sebagian masyarakat menganggap pemerintah indonesia kurang terbuka untuk korban yang terjangkit.

sc: cnnindonesia.com

Seiring bertambahnya korban jiwa beberapa negara mulai mengembangkan vaksin untuk melawan wabah virus saat ini. China dan Rusia kini telah mengembangkan vaksin Covid-19 dan di kabarkan akan segera merilis vaksin yang mereka buat. Adanya kabar akan dirilisnya vaksin Covid-19 sejumlah negara tertarik mendapatkan vaksin Covid-19.

Namun pengembangan vaksin yang di kembangkan oleh china dan rusia ini mendapat komentar oleh Gugus tugas Penanganan Covid-19 Amerika Serikat (AS). AS mengharapkan perlombaan China dan Rusia dalam mengembangkan anti virus mendapatkan tahap uji yang ketat. Bukan hanya dari AS, beberapa ilmuwan menyinggung  masalah etika karena mereka menganggap peluncuran vaksin yang di buat dua negara ini belum melalui tahap uji coba terakhir.

Mengenal Tahap Uji Vaksin

sc: cnnindonesia.com

Beberapa perusahaan China diketahui berada di garis depan dalam perlombaan untuk mengembangkan vaksin Virus Corona. Sementara, Rusia menetapkan target September untuk meluncurkan vaksinnya sendiri. Berdasarkan standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO, vaksin harus melalui uji yang ketat sebelum diedarkan ke masyarakat. Pengujian itu terdiri dari uji keamanan, imunogenitas, dan efikasinya di laboratorium pada hewan percobaan dan dalam tiga fase uji klinis pada manusia.

vaksin covid-19

China sendiri sudah menyebarkan vaksin ke beberapa negara untuk diuji coba langsung kepada manusia. Salah satunya di Indonesia. Universitas Padjadjaran (Unpad) saat ini tengah melakukan tahapan uji klinis vaksin produksi perusahaan China Sinovac Biotec Ltd. Sementara, Rusia hendak meluncurkan dua produk pada September dan Oktober. Vaksin pertama sedang dikembangkan oleh Gamaleya yang berbasis di Moskow dan Kementerian Pertahanan. Vaksi kedua milik laboratorium negara Vektor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *